Hingga awal abad XX, orang masih mengenggap bahwa Matahari adalah benda langit yang paling istimewa dimana bumi beserta planet-planet lain mengelilinginya. Faham ini, sebagaimana yang telah dibicarakan pada bagian-bagian sebelumnya dikenal sebagai cara pandang Heliocentris. Meskipun kala itu orang telah mengenal Galaksi Bima Sakti, orang masih menganggap bahwa galaksi bima sakti merupakan isi alam semesta, dan bintang-bintang yang ada di dalamnya menjadikan matahari sebagai pusat edarnya.
Shapley (1917), meneliti distribusi gugus bola dengan memetakan gugus bola ini dalam ruang tiga dimensi. Hasilnya diperoleh bahwa gugus bola ini membentuk sistem speriodal dengan konsentrasi gugus ada di pusat sistem. Pusat sistem itu tidak di matahari, tetapi di tengah-tengah Bima sakti dalam arah sagitarius pada jarak 25-30 ribu TC dari matahari. Pendapat ini menggeser Heliosentrik menjadi galaktosentrik.
Beberapa tahun sebelumnya, Leavit (1912), menemukan bahwa Awan Magellan berada cukup jauh dari Bima sakti (500 000 TC). Hal ini mengindikasikan bahwa ia bukanlah anggota bima sakti. Temuan ini membawa kita pada kenyataan bahwa bima sakti bukanlah satu-satunya galaksi pengisi alam semesta. Di luar bima sakti ada sejumlah galaksi lain, bahkan kini diketahui terdapat ratusan milyar galaksi yang mengisi alam semesta.
Video berikut dapat menggambarkan kepada kita, betapa bumi, Matahari dan sistem tata surya hanyalah bagian yang sangat kecil dari alam semesta.
Melalui materi ini, kita akan mempelajari bagaimana struktur galaksi, gerak dan massa galaksi, macam-macam bentuk galaksi dan berbagai hal lain seputar galaksi. Selengkapnya BACA DI SINI
Artikelnya keren, dr anak SMA 1 SEMIN