RAMADAN bulan PELATIHAN

Anda pasti tahu….ayat apa yang paling banyak dibaca oleh para ustad di bulan Ramadan, yap…tentu saja Qur’an Surat Al Baqoroh Ayat 183. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa“.

Entah sudah berapa kali kita secara “sadar” bertemu dengan Ramadan, mungkin ada yang sudah lima kali, sepuluh kali, belasan kali atau bahkan ada yang telah puluhan kali. Begitupun negeri ini, sudah entah berapa kali negeri ini berpuasa.

Tapi mengapa kita masih seperti ini? Mengapa kebusukan seolah telah nyaris sempurna terjadi di negeri ini. Tukang parkir yang curang, pelajar yang nyontek, mahasiswa yang free sex, artis yang tidak bermoral hingga pejabat yang korup…seolah telah menjadi hiasan keseharian berita-berita di banyak stasiun TV nasional.

Lalu kemana puasa kita? Sebenarnya apa yang kita lakukan di bulan Ramadan?

Jangan-jangan kita memang telah menganggap Ramadan hanyalah rutinitas tahunan belaka. Ia datang dan pergi begitu saja, tanpa makna…tanpa rasa….

Sebagian kita menganggap bahwa Ramadan merupakan “puncak” peribadatan seorang hamba dengan Tuhannya. Mereka Solat Tarowih, bangun malam, makan sahur, menahan lapar dan dahaga seharian, begitu dilakukan selama sebulan suntuk…tapi apa hasilnya? Apa yang terjadi dengan diri kita di awal-awal bulan syawal? Bagaimana keadaan masjid-masjid kita di bulan syawal? Masihkah kita qiyamulail? Masihkah kita menahan hawa nafsu? Masihkah masjid-masjid kita ramai dengan “pengunjung”?

Sungguh…pemandangan yang sangat memperihatinkan terjadi justru setelah kita berpuasa Romadon. Orang makan dengan begitu membabi buta, seolah balas dendam, masjid-masjid sepi tanpa jama’ah yang cukup berarti. Bahkan saat itu, tempat-tempat yang paling banyak dikunjungi orang adalah pusat-pusat kemaksiatan, pementasan-pementasan dangdut di tempat-tempat hiburan. Manusia seolah merasa baru saja memperoleh kemerdekaannya setelah satu bulan lamanya di penjara oleh kerangkeng Ramadan.

Itulah akibatnya ketika orang menganggap Ramadan sebagai puncak acara. Padahal sejatinya, Ramadan adalah bulan Tarbiyah, bulan Pelatihan. Sekarang kita dilatih untuk bangun malam, ternyata bisa. Kita dilatih untuk menahan hawa nafsu, ternyata bisa; kita dilatih untuk solat berjama’ah, ternyata kita bisa. Lakukan itu semua dengan ssemangat latihan, sehingga kelak ketika Ramadan telah pergi, kita masih tetap bisa melakukan berbagai amalan yang pernah dilakukan selama sebulan ini.

Semoga, Ramadan kali ini…dapat melatih kita dan bangsa kita untuk menjadi individu dan kelompok yang lebih bertaqwa. Amien.

About SabarNurohman

Saya sabar nurohman, staf pengajar di jurusan Pendidikan Fisika FMIPA UNY. Aktivitas lain di luar kampus adalah sebagai trainer, tergabung d

Posted on September 4, 2008, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: