WAKTU: Siapa yang Bisa Lepas dari Kooptasinya?

(1) Demi waktu (2) Sesungguhnya setiap manusia berada dalam kerugian (3)Kecuali mereka yang beriman dan beramal soleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran (QS Al ‘Asri 1-3).

Manusia mengenal ada tujuh besaran alamiah dasar yang menyusun sistem kehidupan, yaitu: (1) panjang, (2) massa, (3) waktu, (4) suhu, (5) kuat arus, (6) jumlah zat, dan (7) intensitas cahaya. Ketujuh besaran dasar tersebut secara bersama-sama memunculkan besaran-besaran lain seperti ruang, kecepatan, momentum, energi kinetik dan sebagainya. Dengan kata lain, tujuh besaran pokok itulah yang menyusun kumpulan besaran-besaran di alam yang menjadi tempat hidup manusia.

Waktu…dengan demikian merupakan salah satu besaran alamih dasar. Atas nama waktu, Allah Swt bersumpah “Sesungguhnya seluruh manusia dalam kerugian”. Kata Innalinsana, menurut Qosim Nur CH, menunjukan bahwa: seluruh manusia, tidak ada satupun yang tidak; entah laki-laki, entah perempuan, entah tua entah muda, entah pejabat entah rakyat;  siapa saja yang bernama manusia,  menurut ayat ini, akan merugi dihadapan waktu.

Secara lebih jelas, ayat 1 dan 2 ingin mengatakan kepada kita bahwa: dalam perspektif waktu, seluruh manusia berada dalam kebangkrutan. Atas nama waktu, Allah Swt bersumpah seluruh manusia pasti merugi.

Memang demikianlah kenyataannya. Hingga hari ini, tidak ada satupun manusia yang sanggup lepas dari penjara waktu. Bahkan hampir semua besaran di alam merupakan fungsi waktu. Artinya, kebanyakan besaran fisis di alam, nilainya atau keberadaannya terikat oleh waktu.

Di antara besaran-besaran fisika lainnya, waktu termasuk besaran dasar yang paling rumit untuk dikelola. Manusia begitu mudah untuk mengelola besaran-besaran dasar selain waktu. Panjang misalanya, kalau kita punya tongkat panjangnya 1 m, maka sangat mudah bagi kita untuk merubahnya menjadi 1/2 m, 1/4 m atau berapapun asal kita punya gorok untuk memotongnya. Demikian pula massa, kalau kita punya batu bermasssa 1 kg, maka mudah bagi kita untuk membuatnya menjadi 1/2 kg, 1/4 kg sesukanya. Bahkan suhu sekalipun, kini manusia modern telah behasil memanipulasi suhu. Suhu ruang yang semestinya berkisar antara 25 hingga 30 derajat celcius, oleh manusia kini bisa dimanipulasi menjadi 17, 18 atau suka-suka kita karena kita punya AC.

Ilmu pengetahuan telah menyediakan cara bagi kita untuk mengelola berbagai besaran fisis di alam. Namun untuk besaran waktu, tidak satupun di antara kita (setidaknya hingga hari ini) mampu untuk mengelolanya dengan baik.  Meskipun konon, peluang untuk mengatur waktu di masa depan dapat dilakukan oleh manusia. Dengan memanfaatkan “lubang cacing” dalam kajian mekanika kuantum, konon manusia tidak lagi hanya bisa bertamasya ke ruang yang berbeda, namun juga manusia dapat bepergian ke waktu yang berbeda. Kedengarannya sangat menyenangkan, namun ini sangat rumit.

Terangnya, hingga hari ini (dan mungkin sampai kiamat), manusia tidak akan bisa lepas dari kungkungan waktu. Waktu tetap saja bergerak linear seperti yang kita rasakan sekarang, ia terus berjalan dengan sangat egois, tanpa mau kompromi. Ia tidak bisa dipercepat atau diperlambat sedetikpun, ia terus bergerak “maju” tanpa mau “mundur” kembali. Semua manusia terikat oleh waktu. Dan dihadapan besaran “egois” semacam ini, Allah bersumpah, semua manusia akan merugi.

Di hadapan waktu yang terus berjalan, di hadapan waktu yang tidak mau berhenti, dihadapan waktu yang tidak mau dipercepat atau diperlambat, di hadapan waktu yang tidak bisa diajak kompromi, semua manusia dalam keadaan merugi.

Allah Swt hanya memberikan perkecualian kepada empat kelompok manusia saja yang tidak rugi di hadapan waktu. Mereka adalah orang yang terus mendayagunakan waktunya untuk (1) beriman, (2) beramal sholih, (3) Menasihati dalam kebenaran, dan (4) Menasihati dalam kesabaran. Hanya empat kelompok manusia itu sajalah yang akan selamat di hadapan waktu.

Artinya, jika kita ingin selamat, maka waktu yang terus berjalan ini harus diisi dengan aktifitas-aktifitas yang berkait erat dengan persoalan iman, amal solih dan dakwah. Jika ada selang waktu tertentu yang berjalan tanpa “aroma” iman, amal solih dan dakwah, maka berarti kita sedang merugi di hadapan waktu. Karena waktu yang telah berlalu tidak dapat kembali. Jadi, lakukan apa saja dalam setiap detik yang bergerak, asalkan ia berkait erat dengan iman, amal solih dan dakwah. Jika dengan nonton gosip, sinetron, pentas musik, film di TV dll; itu semua dapat meningkatkan iman dan amal solih, lakukan saja itu terus setiap hari. Jika dengan ngrumpi, bercanda dll dapat meningkatkan aktifitas dakwah amar ma’ruf nahi munkar, silakan ngrumpi setiap saat. Tapi jika tidak?

About SabarNurohman

Saya sabar nurohman, staf pengajar di jurusan Pendidikan Fisika FMIPA UNY. Aktivitas lain di luar kampus adalah sebagai trainer, tergabung d

Posted on November 27, 2008, in Tausyiyah, Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Jika kita punya sebuah wadah yang akan digunakan untuk menaruh: pasir, kerikil, batu-batu ukuran sedang dan batu-batu besar, apa yang akan anda masukan terlebih dahulu agar semuanya bisa masuk?
    Yap..tentu saja kita mesti memasukan batu-batu besar lebih dahulu, baru disusul batu-batu kecil, kerikil, dan terakhir pasir.
    Mengapa demikian? Jika pasir yang kita masukan dulu, maka wadah tidak lagi sanggup untuk ditempati batu-batu besar.
    Apa maksudnya? Jangan sampai waktu kita hanya habis untuk diisi pasir, sedangkan kita lupa untuk memasukan batu-batu besar, pekerjaan-pekerjaan besar. Seolah waktu kita telah habis, padahal hanya diisi oleh pekerjaan-pekerjaan remeh-temeh, sendau gurau. Ingat…kita punya banyak batu besar. Angkat dulu dia, baru yang lain nyusul.

  2. iya tadz…betul emang kita kudu manfaatin waktu dengan aktifitas-aktifitas yb bermanfaat…& jg dpt memenej waktu dgn baik…seperti sabda Nabi Muhammad SAW: “dari Abu Hurairah Ra.:”Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:”Diantara ciri bagusnya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yg tidak ada gunanya” (Hadits Arbain AnNawawi ke-12)…
    Nyatanya memenej waktu bukanlah suatu yg mudah…Gimana ya tadz cara mengelola waktu dg baik?… terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: