Diklat Model Pembelajaran Inovatif

PHOT0118

Minggu, 24 Mei 2009 lalu, kami bertiga, Prof. Zuhdan KP, Bu Insih Wilujeng, M.Pd dan saya sendiri mengisi acara diklat sehari tentang model-model pembelajaran inovatif di Ngawi. Prof.Zuhdan tampil sebagai pemateri pertama dengan materi “Faham filsafat konstruktivisme: Dasar-dasar pengembangan model pembelajaran inovatif”. Pembelajaran, menurut beliau harus didesain sedemikian rupa sebagai ruang yang disediakan oleh guru agar siswa dapat belajar. Pembelajaran tidak boleh dimaknai sebagai aktivitas guru mengajar dan siswa mendengar. Guru harus merancang agar siswa mampu mengkonstruki bangunan pengetahuannya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya. Jadi, guru di dalam kelas berperan sebagai fasilitator agar siswa dapat berinteraksi dengan obyek belajarnya sehingga tercipta suasana belajar, yaitu proses interaksi antara siswa dengan obyek belajar.

Bu Insih Wilujeng, pada bagian berikutnya menyampaikan secara lebih teknis model pembelajaran inovatif  yang dapat digunakan oleh guru di dalam kelas. Waktu itu, beliau memberi stressing pada model Cooperatif Learning, sebuah model pembelajaran yang menekankan adanya aktifitas dalam kelompok untuk menyusun pengetahuan baru. Pada sesi ini para peserta mulai tertarik untuk mengembangkan model pembelajaran inovatif. Karena, dalam cooperatif learning terdapat beberapa strategi menarik yang dapat dipilih, seperti strategi STAD, Jigsaw, dan Team Game Tournament.

Saya sendiri waktu itu mengisi tentang Project Based Learning, yaitu suatu pendekatan belajar dengan memberikan proyek kepada peserta didik sehingga kemampuan minds-on dan hand-on peserta didik dapat dikembangkan dengan baik. Pendekatan ini cocok baik untuk pelajaran rumpun IPS maupun IPA yang menuntut adanya pengalaman reseach. Hal ini karena sintaks dari pendekatan tersebut menyediakan ruang bagi peserta didik untuk menyelesaikan suatu proyek dengan cara yang mereka susun sendiri.

Secara umum peserta nampak antusias mengikuti acara ini. Jadwal acara yang semestinya slesai jam 03.00 mundur hingga jam 04.00. Hal ini karena masih banyak peserta yang menginginkan diskusi setelah acara workshop.

About SabarNurohman

Saya sabar nurohman, staf pengajar di jurusan Pendidikan Fisika FMIPA UNY. Aktivitas lain di luar kampus adalah sebagai trainer, tergabung d

Posted on May 29, 2009, in Berita. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. kalau menurut saya sih yang paling penting bukan strateginya..tapi yang disampaikan,yang menyampaikan, sama yang menerima.

  2. kalau menurut saya sih bukan hanya cara menyampaikan ilmunya saja yang di benahi….tapi ilmunya,gurunya, atau audiennya.

  3. guru seharusnya tidak hanya transfer ilmu pengetahuan, namun perlu gagasan baru agar guru bisa melakukan transfer nilai-nilai dalam melakukan pembelajaran.

  4. untuk menggapai satu tujuan, memang tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan satu stategi saja. Karena masing-masingnya itu memiliki kelemahan dan kelebihan.
    Strategi satu dapat melengkapi strategi yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: