Karima Aqmar Putri Nurohman

Jum’at Kliwon, 6 April 2012 tepat pukul 14.15, telah hadir kedunia putri ketiga kami dalam keadaan sehat dengan berat 3,1 kg dan panjang 49 cm, serta lingkar kepala 32 cm. Menurut perhitungan HPL, semestinya putri ketiga kami lahir di tanggal 11 April. Namun rupanya Allah Swt menakdirkan lain.

Jum’at itu merupakan awal sebuah long weekend, maka sambil mempersiapkan datangnya dede bayi, jum’at pagi itu kami bongkar-bongkar rumah. Semua buku sudah saya turunkan dari rak dan lemari untuk di tata ulang biar lebih rapi. Begitupun bunda Irena ikut dalam kerja bakti tersebut. Baru dilakoni sekitar satu jam, tiba-tiba perut bunda sudah mulai mulas-mulas tanda adanya kontraksi. Waktu itu jarum panjang jam dinding di rumah kami menunjukan angka 12 dan jarum pendeknya persis di angka 9. Sebagai suami yang sudah berpengalaman menemani istri yang sedang hamil, saya tidak terlalu risau. Karena terkadang tanda-tanda seperti itu hanyalah kontraksi palsu. Maka bunda Iren hanya saya minta duduk istirahat saja, tidak perlu ikut kerja bakti bongkar-bongkar rumah.

Namun, setelah satu jam berlalu, kontraksi bunda tampak semakin hebat. Maka saya putuskan untuk tidak melanjutkan bersih-bersih rumah, meskipun rumah sudah kadung sangat berantakan. Sekitar pukul 10.30 saya selesai bersih-bersih diri, langsung meluncur ke RSIA Sakina Idaman. Saya tidak terlalu repot untuk menata persiapan kelahiran, karena sudah sejak satu bulan sebelumnya, semua perlengkapan proses persalinan sudah dipacking dan dimasukan di bagasi. Jadi kami tidak perlu repot-repot persiapan, langsung meluncur. Waktu itu kakak afa dan kakak dila kami minta nunggu di rumah saja bareng sama bude. Sesampainya di Sakina Idaman, perawat mengabarkan bahwa bunda Iren baru bukaan 1. Waktu terus berjalan, hingga akhirnya tepat pukul 14.15, bayi mungil yang sudah 40 minggu ditunggu itu akhirnya terlahirkan.

Setelah satu minggu berlalu, rambut dede bayi dipotong, kemudian kami adakan akikahan, dan bayi kecil itu kami beri nama KARIMA AQMAR PUTRI NUROHMAN, panggilannya KAKA. Seolah nama itu identik dengan pemain bola. Secara kebetulan di Ibu kota spanyol, ada sebuah tim sepak bola yang sangat digandrungi oleh Ayah Afa-Dila, yaitu Real Madrid.  Salah satu penyerang andalannya adalah Karim Benzema (mirip dengan nama depan putri ketiga kami), dan ada seoarang gelandang serang bernama KAKA. Namun sebetulnya, nama putri ketiga kami ini sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengaan  Real Madrid. Karima berasal dari kata Karimah yang berarti mulia, sedangkan Aqmar mengandung makna cantik-jelita. Secara umum kami berharap agar putri ketiga kami ini tumbuh berkembang jadi wanita cantik yang senantiasa diliputi kemuliaan. Amiiin…

De Kaka masih banyak bobo’nya…

De kaka pada usia satu minggu
De kaka lagi dipotong rambutnya ama ayah-bunda
 
 
De Kaka habis dipotong rambutnya, dibopong sama mbah kakung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: