2011 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Syndey Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 48.000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 18 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Advertisements

Memaknai Tahun Baru…

Waktu bergerak begitu cepat, seolah tak terasa kini kita sudah berada di penghujung tahun 2011. Begitulah karakteristik waktu, terkadang ia begitu “kejam”, terus menggilas kita tanpa mau kompromi..ia akan terus bergerak, melaju tanpa bisa dikendalikan oleh manusia. Kita tidak mampu mempercepat atau memperlambatnya, sebagaimana kita juga tidak punya kuasa untuk melompat ke masa depan atau mundur ke masa lalu.

 

Pada penghujung tahun ini, ada baiknya kita tadabbur QS Al Hasr ayat 18

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dengan lembutnya Allah Swt memanggil-manggil orang yang beriman dengan kalimat “hai orang-orang yang beriman”. Setelah desiran kelembutan panggilan penuh cinta dari Allah swt ditujukan kepada kaum beriman, seketika Allah menghentak dengan peringatan “Bertakwalah kamu kepada Allah Swt, dan hendaklah setiap diri  memperhatikan apa yang telah diperbuatnya (di waktu yang lalu) untuk kehidupanmu  esok hari. Dan Bertakwalah kepada Allah Swt, sesungguhnya Allah Swt tau apa yang kau perbuat”.

Salah satu yang menarik dalam ayat ini adalah : Allah swt memperingatkan persoalan taqwa hingga dua kali dalam satu ayat. Secara awam kita langsung dapat memahami betapa urusan taqwa ini benar-benar merupakan persoalan yang sangat serius. Bahkan pada ayat lain (QS Al Hujurot 13) Allah swt menyatakan bahwa taqwa adalah derajat tertinggi yang bisa dimiliki manusia dalam pandangan Allah Swt.

Selain itu, melalui ayat ini Allah Swt menyisipkan sebuah wasiat yang diapit oleh dua wasiat taqwa. Wasiat tersebut adalah : Allah Swt meminta kita untuk menengok kembali apa yang sudah kita kerjakan selama ini untuk menjadi bekal bagi kehidupan kita esok hari. Allah mengingatkan kita untuk pandai-pandai melihat masa lalu untuk menatap masa depan.

Kita lihat bahwa wasiat tersebut diapit oleh wasiat taqwa, hal ini menunjukan bahwa pesan tersebut memiliki makna yang juga sangat serius. Allah meminta kita untuk pandai-pandai dalam memandang permasalahan waktu yang terus bergulir ini.

Dalam pesrpektif waktu, setiap manusia (menurut Reza M Syarif) memiliki tiga titik waktu.

1. Past Time : Point of Experience

Setiap kita memiliki masa lalu. Masa lalu harus dipandang sebagai Point of Experience, masa lalu adalah titik-titik pengalaman. Kita tidak boleh terpenjara oleh masa lalu. Seperti apapun masa lalu kita, kita harus menyadari bahwa itu hanyalah masa lalu, itu hanyalah titik-titik pengalaman. Jangan sampai kita terpenjara olehnya. Kalaulah kemarin kita adalah orang yang sukses, kalaulah kemarin kita mampu mengumpulkan setumpuk prestasi, kita harus sadar sesadar-sadarnya bahwa itu hanyalah masa lalu. Kesuksesan yang sudah kita peroleh kini hanya menjadi masa lalu. Jangan sampai kita dibuat mabuk oleh kesuksesan kita di hari yang telah berlalu.

Demikian juga jika masa lalu kita tidak terlalu baik, tidak ada prestasi yang kita buat. Jangan sampai hal itu membuat kita pesimis menatap masa depan. Harus disadari bahwa itu hanyalah masa lalu. Kita bisa merubahnya kini atau esok hari.

Dalam melihat masa lalu, ada baiknya kita belajar dari sopir dalam memanfaatkan spion pada saat mengendarai mobil. Sopir hanya melihat spion pada saat-saat tertentu saja, misalnya pada saat hendak menyalip kendaraan lain atau pada saat hendak berbelok. Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi jika sopir justru fokus pada spion pada saat mengendarai mobil. Mungkin dia melihat bahwa situasi di belakang aman tidak ada sumber bencana, tapi jika itu dilakukan terus, maka bisa saja dia terjungkal ke jurang di depannya.

Maka terhadap masa lalu, kita cukup menjadikannya sebagai ibroh, yang sesekali perlu dijadikan sebagai acuan untuk menatap dan bergerak di masa depan tanpa membuat kita terpenjara olehnya.

2. Present Time : Point of Reality

Seperti apapun masa lalu kita, realitanya kini kita berada pada keadaan yang “seperti ini”. Inilah kenyataan yang kita temui hari ini. Lakukan hal-hal baik hari ini, maka esok kita akan memanennya.

3. Future Time : Point of Prediction

Adapun masa depan, bagi kita semua ia merupakan point of prediction. Semua  masih belum jelas, semua masih berada pada level prediksi. Padahal yang namanya prediksi bisa benar bisa juga salah.

Oleh karena itu, marilah kita bersikap bijak terhadap waktu. Jangan terlalu banyak membiarkan waktu berjalan tanpa amal nyata. Buatlah kebaikan di setiap jengkal waktu..semoga kita tidak merugi.

Tugas Mata Kuliah Basic Science

Mohon maaf, hari ini ada laporan yang harus saya selesaikan. Jadi tidak bisa mengadakan kuliah secara tatap muka. Namun kuliah tetap berjalan. Ini ada beberapa soal yang harus didiskusikan pada kelompok masing-masing (kelompok seperti biasa). Kerjakan soal-soal yang mudah terlebih dahulu, diusahakan dapat selesai. Jika tidak selesai dilanjutkan sebagai PR. Minggu depan kita bahas.
  • Buatlah peta konsep yang menggambarkan perubahan bentuk-bentuk energi, dan masing-masing diberi contoh alat yang dapat mengubahnya!
  • Berilah contoh-contoh (lebih dari dua) alat yang dirancang dengan memanfaatkan kalor untuk menaikkan suhu!
  • Berilah contoh-contoh (lebih dari dua) alat yang dirancang dengan memanfaatkan kalor untuk mengubah volume benda!
  • Rancanglah saklar listrik yang memanfaatkan perubahan panjang benda akibat kenaikan suhu. Gambarkan rancangan anda tersebut dan berikan penjelasan secukupnya. Saklar ini dapat digunakan untuk detektor apa? Jelaskan.
  • Berilah contoh-contoh (lebih dari dua) alat yang dirancang dengan memanfaatkan kalor untuk mengubah wujud benda.
  • Kemukakan cara-cara (lebih dari dua) untuk memanaskan air agar cepat mendidih.
  • Buatlah petunjuk langkah-langkah untuk menera termometer.
  • Untuk negara-negara yang mempunyai musim dingin, pada saat musim dingin air membeku. Kemukakan hipotesis apakah ikan-ikan di sungai mati karena terbungkus es dari air sungai yang membeku. Jelaskan dasar pemikiran hipotesis anda tersebut.
  • Rancanglah alat untuk mengubah energi panas matahari menjadi bentuk energi lain, kemudian gambarkan rancangan anda tersebut dan berikan penjelasan secukupnya.
  • Rancanglah kulkas sederhana. Gambarkan rancangan anda tersebut dan berikan penjelasan secukupnya!
  • Misalkan kita kembali ke jaman primitif, dan kita ingin membakar ikan. Bagaimana caranya karena korek api dan listrik belum ada.  Jelaskan cara-cara yang dapat ditempuh!
  • Misalkan kita hanya mempunyai seterika listrik. Kita ingin memasak air. Bagaimana menambah atau memodifikasi seterika listrik sehingga dapat digunakan untuk memasak air!
  • Rancanglah sebuah termos sederhana menggunakan bumbung bambu. Gambarkan rancangan anda dan berikan penjelasan secukupnya.
  • Untuk mendinginkan mesin mobil digunakan air yang diputar dengan pompa mengelilingi mesin dan kemudian air didinginkan menggunakan udara yang diputar oleh kipas angin. Buatlah saran-saran agar pendinginan mesin berlangsung efektif!

 Oke, selamat mengerjakan. Semoga hari-hari Anda menyenangkan.

Tugas Kuliah Astronomi

Mohon maaf, karena hari ini kebetulan ada guest Lecturer di jurusan Pendidikan Fisika, maka kuliah Astronomi diisi dengan tugas mengerjakan soal. Soal silakan di download di sini. Kerjakan secara berkelompok, kalau sudah selesai, kumpulkan di meja saya yang di lab komputer Fisika.

OK, terimakasih atas perhatiannya.

Penempatan KKN-PPL 2012 (Fisika)

Buat mahasiswa pendidikan Fisika angkatan 2009 yang pada tahun 2012 akan mengikuti program KKN-PPL, kami beritahukan bahwa penempatan lokasi KKN-PPL dilakukan oleh koordinator prodi dengan mempertimbangkan keinginan mahasiswa. Setelah dilakukan penyusunan lokasi, berikut bisa Anda download daftar penempatannya. Semoga Anda bahagia dengan “Takdir” ini….

Penempatan PPL SBI Fisika

Demikian harap maklum, semoga ini adalah jalan yang akan membawa kita pada kesuksesan masing-masing..amien

—————————————————————————————————

Sekalian saya tambahkan, ini saya upload juga matrik penempatan KKN-PPL Tahun 2012. Silahkan dicermati terutama oleh mahasiswa Non SBI baik program reguler maupun program kerjasama dengan pemda Bengkayang. Mahasiswa non SBI jangan mendaftar di sekolah SBI (Daftar bisa anda download di Penempatan PPL SBI Fisika). Selain itu, jangan pilih juga sekolah yang saya beri tanda merah, rencananya sekolah tersebut akan digunakan bagi mahasiswa Bengkayang.

Ini matriknya : Download Matrik

Demikian harap maklum.

Khutbah Idul Adha 1432 H (Bahasa Jawa)

Disampaikan pada Solat Idul Adha yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jambidan Timur


الله أكبر الله أكبر الله أكبر 3x

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahuakbar 3x Walillahilhamd..

Poro Ibu, Poro Bapak kaum muslimin-muslimat rohimani warohimakumullah.

Langkung rumiyen, sumunggo kito sedoyo sami tansah ngunjukaken raos syukuripun dumateng gusti Allah Swt, Allah ingkang moho rohman lan rohim, pengasih mboten pilih kasih, penyayang mboten pandang saying. Ugi Allah ingkang moho wicaksono, mbonten ngenal panggenan lan swasono.

Solawat lan salam, mugi tetep kacurah dumateng junjungan kito, Rosulullah Muhammad Saw, lan mugi lumeber dumateng poro sahabat, kerabat lan sedoyo umat ingkang tansah nyepeng ajaran kanjeng nabi. Mugikemawon, Allah Swt kerso nglebetaken kito sedoyo, sebagai bagian  umatipun kanjeng Nabi, tansah nindaaken ajaran-ajaranipun, sehinggo benjing wonten ing yaumil akhir, atas ridlonipun Allah Swt  bade nampi syafa’at saking kanjeng nabi, Allohumma Amiin.

Allahuakbar3x Walillahilhamd…

Sakmeniko kito sedoyo tepat wonten ing dinten puncak kamulya’an wonten ing wulan dzulhijjah. Amargi sakmeniko kita  wonten ing tanggal 10 dzulhijjah 1432 H. Wulan dzulhijjah, utaminipun 10 dinten ingkang pertama, minongko dinten-dinten ingkang sanget dipun mulyaaken dening Allah Swt. Nanging sayangipun, kados-kados kaum muslimin kathah ingkang mboten ngrameni dinten-dinten meniko kalian syiar agama  kados wonten ing wulan romadlon misalipun. Katahipun tiyang, namung ngrameni wulan dzulhijah meniko wanci tanggal 9, 10, 11, 12, lan 13 kemawon. Padahal, ngendikanipun nabi wonten ing saktunggaling hadist:

ما من أيام العمل الصالح أحب إلى الله فيهن من هذ الأيام يعني أيام عشر ذي الحجة . قالوا : ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال : ولا الجهاد في سبيل

الله إلا رجلا خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك يشيء

“Mboten wonten dinten ingkang amal  sholih ing dinten meniko langkung dipun tresnani dening Allah Swt ketimbang dinten-dinten sanesipun, inggih puniko 10 dinten pertama wonten ing wulan dzulhijjah. Poro sahabat lajeng tanglet dumateng rosulullah, menopo ugi amal jihad wonten ing merginipun Allah Swt. Rosul njawab: leres, jihad ugi kalah kamulyaanipun…keculai menawi wonten tiang ingkang medal sangking griyanipun kanthi mbekto jiwa lan hartanipun kangge jihad wonten ing merginipun Allah Swt, nanging kalih-kalihipun (jiwa lan hartanipun) mboten wonten ingkang wangsul (Mati syahid). [HR.Bukhari 2/381].

Saking hadits meniko sampun cetho kados pundi kamulyaanipun 10 dinten pertama wulan dzulhijjah. Namung pejah syahid wonten ing merginipun Allah Swt ingkang saged ngalahaken kautamaan amal sholih ingkang dipun tindaaken wonten ing 10 dinten pertama wonten ing wulan dzulhijah meniko. Nanging sayangipun, mboten katah kaum muslimin ingkang ngrameni dinten-dinten meniko kanthi amal-amal sholih ingkang katah.

Amalan menopo ingkang dipun anjuraken ing wulan dzulhijah meniko?

  • Amalan-amalam umum : sholat, puasa, tilawah, dzikir ingkah katah

Imam Ahmad ngriwayataken saking Ibnu Umar, bilih Nabi ngendiko:

مامن أيام أعظم عند الله سبحانه ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر , فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد .

 “Mboten wonten dinten ingkang langkung agung lan  langkung dipun tresnani dening Allah Swt kangge nindaaken amal kesaenan ketimbang sedoso dinten ingkang pertama wonten ing wulan dzulhijah, mongko podo ngatah-ngatahaken tahlil, takbir lan tahmid. [HR. Ahmad].

  • Ibadah Haji kagem ingkang mampu

Amalan meniko minongka kewajiban tumrap kaum muslimin ingkang nggadahi kemampuan. Ngendikanipun nabi:

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة

 

“ Ing antawisupun Umroh kalian umroh, wonten tebusan saking dosa-dosa ing antawisipun kekalih umroh. Lan haji ingkang mabrur, mboten wonten piwalesipun saking Allah Swt, kejawi suwargo [HR. Muslim/1349].

  • Puasa Arofah

Dipun riwayataken dening Imam Muslim saking Abu Qotadah bilih Nabi nate ngendiko:

صيام يوم عرفة يكفر السنة الماضية والباقية

 “Puasa wonten ing dinten “arofah saged nglebur dosa setahun kapungkur lan setahun ingkang bade datang.” [HR.Muslim/1162].

  •  Qurban

Salah satunggaling amalan sunnah ingkang sanget dipun anjuraken wonten ing wulan dzulhijjah inggih meniko ibadah qurban. Qurban saged dipun maknai sebagai ngrelakaken menopo ingkang sakjatosipun inggih hak milik kito, Allah maringaken rizki meniko inggih saking ikhtiar ingkang kito tindakaken, ananging kanthi ikhlas kito kerso paringaken dumateng tiyang sanes.

Menawi kito tingali ayat-ayat perintah kangge qurban, duko printah saking Allah Swt dumateng Nabi Muhammad Saw menopo dene printah kagem Nabi Ibrahim As, perintah qurban  dumateng kekalih insan utama meniko dipun parengaken wonten ing kahanan ingkang sakjatosipun mboten pas miturut ukuran-ukuran menungso. Kito saged mangertosi hakikat qurban kanti saestu menawi kito mangertosi kahanan menopo ingkang saweg dipun raosaken dening kanjeng Nabi Muhammad Saw lan Nabi Ibrohim As naliko dipun printahaken dening Allah Swt kangge nindaaken qurban.

Perintah qurban kagem kanjeng Nabi Muhammad Saw Allah dipun dumugiaken dening Allah Swt wonten ing QS Al Kaustar ayat 1-3.

Tigo ayat wonten ing suroh Al Kaustar meniko, saged kito fahami kanti sae menawi kito mirsani peristiwa menopo ingkang melingkupi ayat-ayat meniko. Peristiwa menopo ingkang dados sebab turunipun ayat meniko? Kanthi memahami asbabul nuzul surah meniko, insya Allah kito bakal langkung mangertosi menopo hakikat qurban sakjatosipun.

Wonten ing kitab tafsir Fi Zilalil Qur’an, Sayyid Qutubh nyebataken bilih salah saktunggaling “kata kunci” suroh meniko wonten ing kalimat terakhir ayat terakhir, inggih meniko kalimat “Al Abtar”.

Al  Abtar minongko julukan/olok-olokan wonten  ing tradisi jahiliyah dumateng tiang  ingkang mboten gadah putro jaler utawi gadah putro jaler ananging sedoyo sami pejah nalikonipun tasih alit. Dumateng tiyang ingkang kados mekaten (mboten gadah putro jaler utawi putro jaleripun sami sedo) masyarakat jahiliyah maringi julukan “Al Abtar” ingkang artosipun “Pedot” saking nikmat Allah Swt.

Kados ingkang sampun kito mangertosi, Rosulullah Muhammad Saw ugi ngalami kahanan ingkang kados mekaten wau. Saking riwayat-riwayat hadist kito mangertosi, bilih kanjeng nabi gadah sekawan putro jaler, inggih meniko : Abdullah, Qosim, Thaher lan Ibrohim. Nanging mboten wonten saking putro nabi ingkang jaler meniko saged gesang ngatos dewasa. Sedoyo putro jaler nabi sedo nalikonipun tasih alit. Kahanan meniko dipun manfaatken dening kaum kafir quraisy kangge ngolok-olok kanjeng nabi sebagai “Al Abtar” tiyang ingkang “terputus” saking nikmat langit. Kaum kafir quraisy sami ngejek bilih Muhammad mesti sanes Nabi, Masak Nabi kok mboten gadah putro jaler, nabi kok “al abtar”, nabi kok terputus saking nikmat Allah Swt. Malah sebagian kaum kafir quraisy ngendikaken “Biarkan saja Muhammad berdakwah sesuka hatinya…toh dia tidak punya anak laki-laki yang dapat meneruskan perjuangannya…, Muhammad mboten perlu dipun lawan, paling-paling mbesok nek mpun pejah, mboten wonten tiyang ingkan bakal nerusaken perjuanganipun, wong piyambakipun mboten gadah putra jaler…

Allahuakbar 3x Walillahilhamd..

Poro Ibu, Poro Bapak kaum muslimin-muslimat rohimani warohimakumullah.

Rosulullah ugi namung manungso ingkang saged “sedih” menawi dipun olok-olok sebagai al abtar, masak Nabi kok “terputus” saking nikmat Allah, kok mboten gadah putro jaler, mbenjing ingkang bade nerasaken dakwah islam sinten, menopo leres piyambakipun bade terputus, mboten wonten ingkang nerasaken dakwah islam meniko?  Rosul gundah, rosul sedih, rosul khawatir….

Wonten ing situasai ingkang penuh “kegalauan” meniko, Allah Swt ngengetaken dumateng Nabi “Inna A’thoina kal kautsar”..Saestu Aku (Allah) sampun marengaken dumateng panjenengan (Muhammad) “Al Kautsar”.  Al Kautsar dening poro ulama saged dipun artosaken sebagai 1) telaga kautsar, telaga ingkang bade dipun nikmati wonten ing syuwargo, 2) Qur’an, minongko kenikmatan ingkang paling agung ingkang sampun Allah parengaken dumateng Nabi, 3) Pengikut ingkang kathah, ingkang bakal nerasaken perjuanganipun kanjeng nabi, sanajan nabi mboten kagungan putro jaler, 4) nikmat ingkah kathah, ingkang kathahipun mboten saged dipun etang.

Saksampunipun kanjeng nabi dipun elingaken bilih nikmat ingkang sampun Allah paringaken meniko katah sanget, Allah lajeng merintahaken “Fasollii Lirobbika Wanhar”, mongko solato siro marang pangeranmu lan sembelihono hewan qurban…

Saking ayat meniko saged kito priksani bilih Allah Swt merintahaken dumateng kanjeng nabi supados “berqurban” justru naliko Rosul saweg nandang duko, rosul saweg mboten sekeco manahahipun amargi dipun olok-olok dening kaum kafir qurasy, Rosul saweg wonten kahanan ingkang mboten omber. Wonten ing mriki saged kito ngendikaaken bilih ingkang naminipun berkorban meniko kedah dipun tindakaen sanajan sakjatosipun kita saweg mboten omber kahananipun. Justru wonten ing kahanan mekaten wau kito leres-leres saweg korban.

Nabi justru dipun dawuhi qorban sanajan piyambakipun saweg mboten omber kahananipun. Ananging Allah ngengetaken, sanajan tiyang kafir sami ngolok-olok “al Abtar”, nabi sampun dipun paringi nikmat sanesipun, nikmat ingkang langkung kathah, inggih meniko nikmat Islam, nikmat qur’an, pengikut ingkang kathah lan sanes-sanesipun. Justru wonten ing ayat terakhir Allah negasaken, bilih kaum kafir quraisy meniko ingkang bakalipun dados “al abtar”, Innasyaaniaka huwal abtar….Justru kaum kafir quraisy ingkang akhiripun etrputus, mboten nggadahi pengikut, malah mungkin keturunanipun mboten wonten ingkang nganggep.

Allahuakbar 3x Walillahilhamd..

Poro Ibu, Poro Bapak kaum muslimin-muslimat rohimani warohimakumullah.

Mekaten ugi printah qurban dumateng Nabi Ibrohim. Kados dipun sebataken dening Allah Swt wonten ing QS Ashofat 100-102:

100. Duh pengeran, mugi panjenengan maringaken dumateng kulo lare ingkang soleh

101. Mongko Allah maringi “berita gembira” kanti karunia arupi lare ingkang sabar (Ismail)

102. Mangka naliko lare wau sampun dumugi usia ingkang cukup, Ibrohim ngendiko dumateng larenipun “Duhai putraku, saktuhune insun dipun printahaken dening Allah Swt kangge nyembelih siro, mongko kados pundi saenipun?”, Ismail ngendiko : Duhai bapak, monggo tindakaken kemawon menopo ingkang dados dawuhipun Allah Swt, Insya Allah insun bakal sabar nampi ujian meniko…

Saking ayat meniko kito ugi mriksani, bilih ibadah qurban pancen awrat, dipun printahaken dumateng Ibrohim ingkang miturut “perhitungan” manungso kados-kados mboten pas.

Cobi dipun penggalihaken, Ibrohim sampun dangu mboten gadah putro…sampun dipun tenggo-tenggo inggih mboten dipun paringi dening Allah. Beberapa riwayat nyebataken ngantos atusan tahun anggenipun Ibrohim nenggo karunia arupi lare saking gusti Allah Swt. Ngantos piyambakipun tansah dedongo dumateng Allah, “Robbi hablii minasholihiin”, duh Allah mugi panjenengan maringaken dumateng kulo lare ingkang soleh.

Akhiripun Allah ngabulaken ing dongonipun Ibrohim. Piyambakipun dipun paringi lare jaler “Ismail”. Ismail dipun didik kanthi sae dening ibrohim, dipun mulyaaken sebagai lare ingkang sampun dangu dipun tenggo-tenggo. Anangin, nalikonipun Ismail sampun cekap usianipun, malah Allah Swt merintahaken dumateng Ibrohim kangge nyembelih ismail sebagai Qurban dumateng Allah Swt. Tentuke mawon, meniko awrat, kecuali tumrap tiang ingkang nggadai iman lan pengarep-arep dumateng Ridlonipun Allah Swt.

Semanten ugi kagem kito, menawi dipun pikir-pikir namung ngagem akal kemawon, mungkin kito bade ngraosaken menawi qurban meniko awrat. Nggeh pancen mekaten…. menawi mboten awrat…. mboten qurban naminipun. Sifat asal qurban pancen awrat, nanging saged ringan menawi kito nggadai iman lan pengarep-arep dumateng ridlonipun Allah Swt.

Dados sumonggo kito sedoyo tansah ikhtiar kangge nglawan “perasaan” awrat meniko kanti ngandelaken imanipun dumateng Allah Swt. Insya Allah, menawi kito iman, kito percoyo bilih menopo ingkang wonten ing “tangan” kito namung titipan saking Allah Swt, kito bakal ngraos ringan kagem berkurban. Ingkang mboten gadah harta melimpah tetep ikhtiar lan dedongo, mugi-mugi sanes wekdal saged qurban. Mungkin kanti nabung saben wulanipun, mungkin pados “Domba” ingkang alit (tasih cempe) lajeng dipun rumati, mugi-mugi tahun ngajeng saged dipun qorbanaken, lan usaha-usaha sanesipun supados saged nindakaken perintah qurban meniko wau.

Ingkang mekaten amargi hukum qurban pancen setengahipun wajib, miturut pendapat Imam syafi’I lan jumhur ulama, hukum qurban inggih meniko Sunnah Muaqadah. Malah menawi nderek pendapatipun imam abu hanifah qurban meniko hukumipun wajib tumrap saben-saben keluarga muslim.

من كان له ساعة ولم يضح فلا يقربن مصلانا

Sing sopo wonge mampu, ananging mboten nindakaken qurban, mongko ojo cerak-cerak ing panggonan solatku (masjid)

Hadis meniko maringaken penjelasan ingkang gambling dumateng kito, kados pundi anggenipun nabi sanget-sanget nggateaken perkoro qurban meniko wau.

Pramilo sumonggo, kito sedoyo sami tansah ikhtiar, mugi-mugi Allah Swt maringaken keikhlasan dumateng kito kangge nindakaen ibadah qurban ingkang miningko wujud syukuripun kito dumateng nikmat Allah ingkang sampun kito raosaken.

Sumonggo kito tutup khutbah meniko kanti dedongo dumateng Allah Swt, mugi Allah ndadosaken kito nggadahi keikhlasan kados ikhlasipun Ibrohim naliko dipun dawuhi ngorbanaken putronipun, mugi Alloh maringaken kesabaran kados sabaripun Ismail naliko bade dipun sembelih Ibrohim, lan mugi Allah maringaken rupi-rupi kemulyaan dumateng kito, kados ingkang Allah paringaken dumateng junjungan Nabi Muhammad Saw.

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ

Duh gusti Allah, kawulo nyuwon tulung namung dumateng panjenengan, amargi Panjenengan inggih saksae-sae ingkang maringi pitulungan. Paringaken kemenangan dumateng kulo sami, amargi panjenengan saksae-sae ingkang paring kemenangan, Paringaken ampunan dumateng kulo sami duh Allah, amargi panjenengan saksae-sae ingkang saged maringi pangapuro, paringaken rahmat dumateng kolo sedoyo, amargi panjenengan saksae-sae ingkang paring rahmat, Paringaken rizki dumateng kulo sami, amargi panjenengan saksae-sae ingkang saged maringaken rizki, Duh Allah..paringaken pitedah dumateng kulo sami, lan mugi panjenengan ngrekso ing kulo sami saking kezdaliman tiyang-tiyang ingkang dzalim lan kafir.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ

Duh gusti Allah, mugi panjenengan mbagusaken ing agami kulo sami, amargi meniko minongko benteng kangge sedoyo urusan, Mugi panjenengan ndamel sae dumateng panggesangan donyo kulo sami amargi meniko minongko panggenan gesang kulo sami, Mugi panjenengan ndamel sae akhirat kulo sami, amargi meniko minongko panggenan kangge wangsul kulo sami, Lan mugi panjenengan ndadosaken panggesangan kulo sami minongko panggesangan ingkang dipun isi kanti amal solih, lan mugi panjenengan ndadosaken ing kematian kulo sami kangge ninggalaken sedoyo kejahatan.

.

 


[1] Disampaikan pada khutbah sholat ‘Idul Adha 1432 H yang diselenggarakan oleh  Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jambidan Timur di Lapangan Kretek, Jambidan, Banguntapan, Bantul.

[2] Anggota IKADI Cabang Kecamatan Banguntapan

Manajemen Laboratorium Komputer di Sekolah

Salah satu arus utama yang mengalir pada dunia pendidikan kita saat ini adalah “Bagaimana mengoptimalkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam membantu proses pembelajaran di sekolah?” Hal ini tidak berlebihan, mengingat saat ini dunia pendidikan “hidup”  di tengah-tengah arus informasi dan komunikasi yang begitu cepat. Bukan bermaksud latah, namun jika kita tidak ingin ketinggalan, maka mau tidak mau kita harus mengoptimalkan TIK dalam proses pembelajaran di sekolah.

Salah satu komponen yang sangat menentukan  dalam upaya optimalisasi TIK sebagai alat bantu pembelajaran adalah keberadaan Laboratorium Komputer.  Laboratorium komputer, sebagaimana yang diatur dalam Permendiknas No 24 Tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana sekolah, berfungsi sebagai tempat mengembangkan  keterampilan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.  Selain itu, kita juga memanfaatkan laboratorium komputer untuk membantu proses pembelajaran di berbagai bidang ilmu, bukan hanya TIK, namun juga IPA, IPS, Bahasa dan sebagainya.

Mengingat pentingnya peranan laboratorium komputer dalam mengembangkan keterampilan TIK dan  dalam akselerasi proses pembelajaran, maka perlu dilakukan upaya manajemen laboratorium komputer yang baik untuk mendukung  peran dan fungsi laboratorium secara optimal. Makalah ini akan mencoba membahas tentang manajemen SDM, Perencanaan Laboratorium, Penataan Laboratorium, Standar pealatan Laboratorium hingga berbagai permasalahan yang sering dihadapi dalam pengelolaan laboratorium komputer, seperti : penangan virus, perawatan hardware, dan juga strategi meminimalkan dampak negatif internet bagi para siswa.

Materi selengkapnya dapat diunduh di sini:

1.  Presentasi ManajemenLabKomputer

2.  Makalah Manajemen Laboratorium Komputer

Tugas IPA III

Kepada mahasiswa pendidikan IPA, silakan di unduh tugas kuliah IPA 3 berikut! Kerjakan secara berkelompok!!!

Tugas 1

Benarkah Bumi Berotasi?

Tulisan ini saya dedikasikan untuk salah seorang saudara seaqidah yang mengirimkan pertanyaan mengenai hubungan antara kebenaran Al Qur’an dan Temuan sains. Pada intinya beliau mempertentangkan konsep heliosentris dengan firman Allah di surah Yasiin ayat ke 40. Singkat kata, beliau tidak percaya jika bumi berotasi pada porosnya dan berevolusi mengelilingi matahari. Jujur saja saya sempat kaget, mengapa di zaman modern seperti sekarang masih ada yang belum percaya temuan sains bahwa bumi berotasi dan berevolusi. Tapi tak apa, sebagai sebuah diskursus,hal ini cukup menarik untuk dijawab.

Berikut saya copy-paste komentar/pertanyaan beliau:

jika diketahui keliling bumi = 45.750 km menurut teori ini bumi berputar pada porosnya 45.750 km / 24 Jam = 1906.25 km/jam, berarti bumi ini berputar dengan kecepatan 1906.25 km/jam,
sedangkan satelit palapa yg dipakai untuk kepentingan komunikasi negara kita harus selalu berada diatas permukaan bumi Indonesia, pertanyaanya? bahan bakar apa yang bisa dipakai untuk menempuh kecepatan itu sedangkan satelit palapa juga bukan dirancang untuk terbang mengikuti perputaran bumi, pesawat jenis apapun menurut teori ini tidak akan sanggup mengikuti perputaran bumi selama 24 jam….

Dengan kecepatan gerak bumi tersebut entah gesekan apa dan bencana besar apa yang akan menimpa bumi mengingat kecepatannya yang mencapai 1906.25 km\jam selama milyaran tahun…

Didalam Alquran surat Yasin 40, dan beberapa ayat lain yang menyinggung masalah ini tidak disebut satupun bahwa bumi disebut barang bersama dengan bulan dan matahari, akan tetapi bulan dan matahari disebut beredar menurut garis edarnya, berarti dengan ini Alquran menyatakan bahwa bumi diam tidak bergerak, sebagaimana teori geosentris sedangkan matahari dan bulan bergerak mengelilingi bumi, dan semua orang pun pasti melihat dan merasakan diamnya bumi dan bergeraknya matahari dan bukan sebaliknya..lihat juga hadis tentang masbuk subuhnya sahabat Ali, serta doa Rosul agar matahari diam dipenghujung senja saat musuh dalam keadaan terdesak…. wallhualam

JAWABAN SAYA:

Menurut saya, pada kasus ini sama sekali tidak ada pertentangan antara Ayat-ayat Allah dalam Al Qur’an dengan Ayat-ayat Allah di alam sesuai pandangan sains. Pernyataan Allah bahwa bulan dan matahari beredar pada manzilah-manzilahnya “Dan masing-masing beredar pada garis edarnya” (QS Yaasiin:40) sama sekali tidak bertentangan dengan pandangan sains tentang fenomena rotasi dan revolusi bumi.

Kita perlu buka kembali pelajaran Fisika Dasar tentang gerak. Apa definisi gerak menurut fisika? Untuk menjawab masalah ini, rasanya perlu bagi kita untuk memahami bahwa benda dikatakan bergerak jika ia mengalami perbindahan terhadap suatu kerangka acuan tertentu. Jadi, gerak sejatinya bersifat sangat relatif, tergantung pada titik acuan. Sebagai contoh: mungkin Anda pernah merasakan kejadian eneh pada saat naik kereta. Suatu saat kereta sedang berhenti di sebuah stasiun dan kebetulan pada rel sebelah kereta yang kita naiki juga sedang ada kereta yang  berhenti. Kemudian kita merasa kereta kita sudah berjalan, namun beberapa saat kemudian kita sadar ternyata kereta kita tidak bergeser sedikitpun, kita baru tahu  kereta sebelah kita yang  ternyata bergerak. Atau yang paling sering kita lihat pada saat kita naik mobil, seolah-olah pohon di pinggir jalan bergerak, padahal sejatinya mobil kitalah yang bergerak.

Pada kedua kasus tersebut, sebenarnya kita tidak salah mengatakan kereta kita bergerak atau pohon-pohon yang berjalan. Hal ini tergantung pada titik acuan yang kita pakai. Jika acuannya adalah kereta di sebelah kita, maka tidak salah kalau kita mengatakan kereta kita yang sedang berjalan, jika kita menggunakan mobil yang kita naiki sebagai titik acuannya, maka tidak salah kalau kita mengatakan bahwa pohon-pohon berjalan. Hal ini sangat tergantung pada titik acuan apa yang kita pakai.

Pada kasus peredaran bulan dan matahari mengelilingi bumi, tidak salah kalau kita mengatakan bahwa bulan dan matahari mengelilingi kita, hal ini berlaku jika kita menggunakan Bumi sebagai titik acuannya. Artinya, siapa yang mengelilingi siapa sangat tergantung pada titik acuan apa yang kita pakai. Al Qur’an diturunkan untuk manusia yang merupakan penduduk bumi. Maka tidak salah jika Qur’an menggunakan titik acuan bumi pada saat menerangkan pergerakan alam semesta.

Jadi QS Yaasiin ayat 40 sama sekali tidak berselisih dengan temuan sains. Terlebih lagi secara saintis, kita semua memahami bahwa bulan memang bergerak pada garis edarnya mengelilingi bumi, dan matahari bergerak pada garis edarnya mengeliilingi pusat galaksi. Jadi, kedua-duanya memang telah ditetapkan oleh Allah Swt untuk bergerak di garis edarnya masing-masing. Sampai di sini terlihat jelas, tidak ada pertentangan antara qur’an dan sains, karena memang dua-duanya adalah kalamullah.

Untuk pertanyaan “mungkinkah satelit palapa dapat didesain mengikuti kecepatan rotasi bumi, bahan bakar apa yang bisa menggerakan, apakah tidak hancur karena gesekan?”.

Untuk menjawab soal ini, terpaksa saya gunakan pengetahuan saya pada cabang ilmu fisika bernama Astronomi. Kebetulan saya mengajar Astronomi dan termasuk tim Pembina Olimpiade Astronomi DIY.

Sebetulnya problem yang diajukan bukan hal yang terlampau rumit, perhitungannyapun cukup menggunakan mekanika klasik yang dibangun oleh Newton.

Pada saat satelit mengorbit mengelilingi bumi, sebenarnya nyaris tidak membutuhkan bahan bakar. Karena penggeraknya adalah medan gravitasi, sebagaimana bulan mengelilingi bumi, ia sama sekali tidak butuh bahan bakar. Medan Gravitasi telah mempertahankan bulan senantiasa beredar pada garis edarnya, hal ini tidak berbeda dengan satelit yang mengelilingi bumi, dia terikat oleh persamaan F=GMm/R^2 (Hukum Gravitasi Umum Newton).

Hanya saja pada praktiknya, memang satelit tetap saja butuh energi yang sangat besar untuk dua kepentingan. Pertama, pada saat peluncurannya dari muka bumi, ia butuh kecepatan yang sangat tinggi untuk bisa melepaskan diri dari pengaruh medan gravitasi bumi, sehingga ia mampu mencapai luar angkasa. Dalam ilmu astronomi kecepatan ini dikenal sebagai kecepatan lepas (Escape Velocity), yaitu besaranya kecepatan minimal yang harus dimiliki oleh suatu benda agar dia bisa terus naik ke angkasa tanpa bisa kembali (jatuh) ke bumi. Besarnya kecepatan lepas berbeda-beda untuk tiap planet, tergantung pada massa dan jari-jari planet. Besarnya kecepatan lepas mengikuti persamaan:

Jika kita hitung untuk kecepatan lepas di bumi diperoleh angka sekitar 40.000 km/jam. Tentu saja ini adalah kecepatan yang sangat besar. Maka ilmuan biasanya menggunakan energi nuklir untuk proses peluncuran sebuah wahana luar angkasa. Butuh berton-ton bahan bakar nuklir untuk menggerakan benda hingga 40.000 km/jam. Maka biaya peluncuran sebuah wahana luar angkasa memang sangat besar.

Kedua, energi dibutuhkan pada saat pertama kali kita ingin mengorbitkan satelit mengelingi bumi. Ceritanya begini, setelah pesawat ulang-alik terbang secara vertikal hingga ketinggian tertentu (ketinggian orbit satelit), setelah itu satelit dilucutkan dari pesawat ulang-alik secara horisontal dengan kecapatan sebesar:

Setelah satelit dilucutkan dengan kecepatan tersebut, maka  dia tidak akan pernah jatuh, terus bergerak tanpa perlu energi pendorong. Jadi bahan bakar nuklir hanya digunakan untuk dua proses saja, yaitu pada saat peluncuran secara vertikal dari permukaan bumi dan pada saat pelucutan satelit dari pesawat pembawanya yang diterbangkan “horizontal” terhadap permukaan bumi. Setelah itu, satelit akan berinteraksi dengan medan gravitasi bumi, sebagaimana bulan juga berinteraksi dengan bumi menggunakan persamaan :

Dengan demikian terjawab sudah pertanyaan tentang bahan bakar, jadi selama mengorbit, satelit tidak butuh bahan bakar karena dia bergerak dengan memanfaatkan medan gravitasi bumi.

Pertanyaan lainnya, bagaimana mungkin kecepatan yang begitu besar tidak menyebabkan satelit tersebut hancur?  Hal ini hanya persoalan teknis peluncuran saja. Karena bahaya terbesar meledaknya pesawat ulang-alik adalah pada saat sesi peluncuran. Pada saat sudah mengorbit di luar angkasa, kecil sekali kemungkinan terjadi ledakan/kehancuran satelit. Mengapa demikian? Jawabannya mirip seperti ketika kita menjelaskan peristiwa meteor. Meteor terjadi karena adanya gesekan molekul atmosfer dengan batu luar angkasa yang jatuh ke atmosfir bumi. Jadi “dalang” kehancurannya adalah molekul atmosfer. Padahal, satelit diorbitkan pada ketinggian yang cukup, dimana di sana atmosfir sudah sangat tipis atau bahkan bisa dibilang tidak ada molekul sedikitpun, karena kerapatannya hanya sekitar 2 molekul per meterpersegi. Maka selama mengorbit, satelit nyaris tidak bergesekan dengan molekul udara, dan oleh karenanya tidak hancur.

Namun seperti yang saya katakan di awal, saat paling berbahaya manakala kita ingin mengorbitkan satelit adalah pada saat peluncurannya, karena selama meluncur dari permukaan bumi hingga luar angkasa, pesawat akan bergesekan dengan molekul udara.  Tapi walau bagaimanapun problem ini sudah berhasil diatasi oleh manusia dengan pengembangan kapsul pesawat ulang-alik. Jadi selama peluncuran, satelit ditaruh pada sebuah kapsul yang sangat kokoh, didesain dengan sangat aerodinamis, sehingga memperkecil gesekan pesawat dengan molekul udara. Lihat gambar berikut untuk memahami teknik ini:

Jika kita amati gambar tersebut, setidaknya ada tiga bagian utama yang harus disiapkan pada saat peluncuran, dan tiap bagiannya sudah didesain sangat aerodinamis, bagian ujung dibuat melengkung untuk mengurangi efek gesekan. Tiga bagian utamanya adalah: 1. Kapsul (yang paling besar berwarna coklat), di dalam kapsul tersebutlah satelit disimpan selama proses peluncuran untuk melindungi gesekan dengan molekul udara. 2. Pesawat ulang alik, berbentuk seperti pesawat tempur, berguna sebagai pusat kendali peluncuran, di dalamnya terdapat para astronot yang bertugas untuk mengarahkan pesawat. 3. Tabung bahan bakar, pada gambar di samping tampak ada dua buah tabung.

Dari sini saya kira sudah cukup jelas, kenapa satelit tetap utuh selama mengorbit. Kalaulah ia hancur, biasanya hal itu disebabkan ketika ia bertemu dengan gugusan asteroid atau lintasan komet yang biasanya menyisakan berbagai batuan yang jika bertabrakan dengan satelit akan dapat menghancurkan satelit tersebut.

Format Numbering pada PTK

Sebelumnya mohon maaf kepada Bapak/Ibu peserta PLPG, saya tidak bisa berbagi file lewat flashdisk. Demi keamanan data pada komputer, saya akan berbagi file lewat weblog. Berikut saya upload format numbering yang tadi banyak diminta.Format Numbering