Benarkah Bumi Berotasi?

Tulisan ini saya dedikasikan untuk salah seorang saudara seaqidah yang mengirimkan pertanyaan mengenai hubungan antara kebenaran Al Qur’an dan Temuan sains. Pada intinya beliau mempertentangkan konsep heliosentris dengan firman Allah di surah Yasiin ayat ke 40. Singkat kata, beliau tidak percaya jika bumi berotasi pada porosnya dan berevolusi mengelilingi matahari. Jujur saja saya sempat kaget, mengapa di zaman modern seperti sekarang masih ada yang belum percaya temuan sains bahwa bumi berotasi dan berevolusi. Tapi tak apa, sebagai sebuah diskursus,hal ini cukup menarik untuk dijawab.

Berikut saya copy-paste komentar/pertanyaan beliau:

jika diketahui keliling bumi = 45.750 km menurut teori ini bumi berputar pada porosnya 45.750 km / 24 Jam = 1906.25 km/jam, berarti bumi ini berputar dengan kecepatan 1906.25 km/jam,
sedangkan satelit palapa yg dipakai untuk kepentingan komunikasi negara kita harus selalu berada diatas permukaan bumi Indonesia, pertanyaanya? bahan bakar apa yang bisa dipakai untuk menempuh kecepatan itu sedangkan satelit palapa juga bukan dirancang untuk terbang mengikuti perputaran bumi, pesawat jenis apapun menurut teori ini tidak akan sanggup mengikuti perputaran bumi selama 24 jam….

Dengan kecepatan gerak bumi tersebut entah gesekan apa dan bencana besar apa yang akan menimpa bumi mengingat kecepatannya yang mencapai 1906.25 km\jam selama milyaran tahun…

Didalam Alquran surat Yasin 40, dan beberapa ayat lain yang menyinggung masalah ini tidak disebut satupun bahwa bumi disebut barang bersama dengan bulan dan matahari, akan tetapi bulan dan matahari disebut beredar menurut garis edarnya, berarti dengan ini Alquran menyatakan bahwa bumi diam tidak bergerak, sebagaimana teori geosentris sedangkan matahari dan bulan bergerak mengelilingi bumi, dan semua orang pun pasti melihat dan merasakan diamnya bumi dan bergeraknya matahari dan bukan sebaliknya..lihat juga hadis tentang masbuk subuhnya sahabat Ali, serta doa Rosul agar matahari diam dipenghujung senja saat musuh dalam keadaan terdesak…. wallhualam

JAWABAN SAYA:

Menurut saya, pada kasus ini sama sekali tidak ada pertentangan antara Ayat-ayat Allah dalam Al Qur’an dengan Ayat-ayat Allah di alam sesuai pandangan sains. Pernyataan Allah bahwa bulan dan matahari beredar pada manzilah-manzilahnya “Dan masing-masing beredar pada garis edarnya” (QS Yaasiin:40) sama sekali tidak bertentangan dengan pandangan sains tentang fenomena rotasi dan revolusi bumi.

Kita perlu buka kembali pelajaran Fisika Dasar tentang gerak. Apa definisi gerak menurut fisika? Untuk menjawab masalah ini, rasanya perlu bagi kita untuk memahami bahwa benda dikatakan bergerak jika ia mengalami perbindahan terhadap suatu kerangka acuan tertentu. Jadi, gerak sejatinya bersifat sangat relatif, tergantung pada titik acuan. Sebagai contoh: mungkin Anda pernah merasakan kejadian eneh pada saat naik kereta. Suatu saat kereta sedang berhenti di sebuah stasiun dan kebetulan pada rel sebelah kereta yang kita naiki juga sedang ada kereta yang  berhenti. Kemudian kita merasa kereta kita sudah berjalan, namun beberapa saat kemudian kita sadar ternyata kereta kita tidak bergeser sedikitpun, kita baru tahu  kereta sebelah kita yang  ternyata bergerak. Atau yang paling sering kita lihat pada saat kita naik mobil, seolah-olah pohon di pinggir jalan bergerak, padahal sejatinya mobil kitalah yang bergerak.

Pada kedua kasus tersebut, sebenarnya kita tidak salah mengatakan kereta kita bergerak atau pohon-pohon yang berjalan. Hal ini tergantung pada titik acuan yang kita pakai. Jika acuannya adalah kereta di sebelah kita, maka tidak salah kalau kita mengatakan kereta kita yang sedang berjalan, jika kita menggunakan mobil yang kita naiki sebagai titik acuannya, maka tidak salah kalau kita mengatakan bahwa pohon-pohon berjalan. Hal ini sangat tergantung pada titik acuan apa yang kita pakai.

Pada kasus peredaran bulan dan matahari mengelilingi bumi, tidak salah kalau kita mengatakan bahwa bulan dan matahari mengelilingi kita, hal ini berlaku jika kita menggunakan Bumi sebagai titik acuannya. Artinya, siapa yang mengelilingi siapa sangat tergantung pada titik acuan apa yang kita pakai. Al Qur’an diturunkan untuk manusia yang merupakan penduduk bumi. Maka tidak salah jika Qur’an menggunakan titik acuan bumi pada saat menerangkan pergerakan alam semesta.

Jadi QS Yaasiin ayat 40 sama sekali tidak berselisih dengan temuan sains. Terlebih lagi secara saintis, kita semua memahami bahwa bulan memang bergerak pada garis edarnya mengelilingi bumi, dan matahari bergerak pada garis edarnya mengeliilingi pusat galaksi. Jadi, kedua-duanya memang telah ditetapkan oleh Allah Swt untuk bergerak di garis edarnya masing-masing. Sampai di sini terlihat jelas, tidak ada pertentangan antara qur’an dan sains, karena memang dua-duanya adalah kalamullah.

Untuk pertanyaan “mungkinkah satelit palapa dapat didesain mengikuti kecepatan rotasi bumi, bahan bakar apa yang bisa menggerakan, apakah tidak hancur karena gesekan?”.

Untuk menjawab soal ini, terpaksa saya gunakan pengetahuan saya pada cabang ilmu fisika bernama Astronomi. Kebetulan saya mengajar Astronomi dan termasuk tim Pembina Olimpiade Astronomi DIY.

Sebetulnya problem yang diajukan bukan hal yang terlampau rumit, perhitungannyapun cukup menggunakan mekanika klasik yang dibangun oleh Newton.

Pada saat satelit mengorbit mengelilingi bumi, sebenarnya nyaris tidak membutuhkan bahan bakar. Karena penggeraknya adalah medan gravitasi, sebagaimana bulan mengelilingi bumi, ia sama sekali tidak butuh bahan bakar. Medan Gravitasi telah mempertahankan bulan senantiasa beredar pada garis edarnya, hal ini tidak berbeda dengan satelit yang mengelilingi bumi, dia terikat oleh persamaan F=GMm/R^2 (Hukum Gravitasi Umum Newton).

Hanya saja pada praktiknya, memang satelit tetap saja butuh energi yang sangat besar untuk dua kepentingan. Pertama, pada saat peluncurannya dari muka bumi, ia butuh kecepatan yang sangat tinggi untuk bisa melepaskan diri dari pengaruh medan gravitasi bumi, sehingga ia mampu mencapai luar angkasa. Dalam ilmu astronomi kecepatan ini dikenal sebagai kecepatan lepas (Escape Velocity), yaitu besaranya kecepatan minimal yang harus dimiliki oleh suatu benda agar dia bisa terus naik ke angkasa tanpa bisa kembali (jatuh) ke bumi. Besarnya kecepatan lepas berbeda-beda untuk tiap planet, tergantung pada massa dan jari-jari planet. Besarnya kecepatan lepas mengikuti persamaan:

Jika kita hitung untuk kecepatan lepas di bumi diperoleh angka sekitar 40.000 km/jam. Tentu saja ini adalah kecepatan yang sangat besar. Maka ilmuan biasanya menggunakan energi nuklir untuk proses peluncuran sebuah wahana luar angkasa. Butuh berton-ton bahan bakar nuklir untuk menggerakan benda hingga 40.000 km/jam. Maka biaya peluncuran sebuah wahana luar angkasa memang sangat besar.

Kedua, energi dibutuhkan pada saat pertama kali kita ingin mengorbitkan satelit mengelingi bumi. Ceritanya begini, setelah pesawat ulang-alik terbang secara vertikal hingga ketinggian tertentu (ketinggian orbit satelit), setelah itu satelit dilucutkan dari pesawat ulang-alik secara horisontal dengan kecapatan sebesar:

Setelah satelit dilucutkan dengan kecepatan tersebut, maka  dia tidak akan pernah jatuh, terus bergerak tanpa perlu energi pendorong. Jadi bahan bakar nuklir hanya digunakan untuk dua proses saja, yaitu pada saat peluncuran secara vertikal dari permukaan bumi dan pada saat pelucutan satelit dari pesawat pembawanya yang diterbangkan “horizontal” terhadap permukaan bumi. Setelah itu, satelit akan berinteraksi dengan medan gravitasi bumi, sebagaimana bulan juga berinteraksi dengan bumi menggunakan persamaan :

Dengan demikian terjawab sudah pertanyaan tentang bahan bakar, jadi selama mengorbit, satelit tidak butuh bahan bakar karena dia bergerak dengan memanfaatkan medan gravitasi bumi.

Pertanyaan lainnya, bagaimana mungkin kecepatan yang begitu besar tidak menyebabkan satelit tersebut hancur?  Hal ini hanya persoalan teknis peluncuran saja. Karena bahaya terbesar meledaknya pesawat ulang-alik adalah pada saat sesi peluncuran. Pada saat sudah mengorbit di luar angkasa, kecil sekali kemungkinan terjadi ledakan/kehancuran satelit. Mengapa demikian? Jawabannya mirip seperti ketika kita menjelaskan peristiwa meteor. Meteor terjadi karena adanya gesekan molekul atmosfer dengan batu luar angkasa yang jatuh ke atmosfir bumi. Jadi “dalang” kehancurannya adalah molekul atmosfer. Padahal, satelit diorbitkan pada ketinggian yang cukup, dimana di sana atmosfir sudah sangat tipis atau bahkan bisa dibilang tidak ada molekul sedikitpun, karena kerapatannya hanya sekitar 2 molekul per meterpersegi. Maka selama mengorbit, satelit nyaris tidak bergesekan dengan molekul udara, dan oleh karenanya tidak hancur.

Namun seperti yang saya katakan di awal, saat paling berbahaya manakala kita ingin mengorbitkan satelit adalah pada saat peluncurannya, karena selama meluncur dari permukaan bumi hingga luar angkasa, pesawat akan bergesekan dengan molekul udara.  Tapi walau bagaimanapun problem ini sudah berhasil diatasi oleh manusia dengan pengembangan kapsul pesawat ulang-alik. Jadi selama peluncuran, satelit ditaruh pada sebuah kapsul yang sangat kokoh, didesain dengan sangat aerodinamis, sehingga memperkecil gesekan pesawat dengan molekul udara. Lihat gambar berikut untuk memahami teknik ini:

Jika kita amati gambar tersebut, setidaknya ada tiga bagian utama yang harus disiapkan pada saat peluncuran, dan tiap bagiannya sudah didesain sangat aerodinamis, bagian ujung dibuat melengkung untuk mengurangi efek gesekan. Tiga bagian utamanya adalah: 1. Kapsul (yang paling besar berwarna coklat), di dalam kapsul tersebutlah satelit disimpan selama proses peluncuran untuk melindungi gesekan dengan molekul udara. 2. Pesawat ulang alik, berbentuk seperti pesawat tempur, berguna sebagai pusat kendali peluncuran, di dalamnya terdapat para astronot yang bertugas untuk mengarahkan pesawat. 3. Tabung bahan bakar, pada gambar di samping tampak ada dua buah tabung.

Dari sini saya kira sudah cukup jelas, kenapa satelit tetap utuh selama mengorbit. Kalaulah ia hancur, biasanya hal itu disebabkan ketika ia bertemu dengan gugusan asteroid atau lintasan komet yang biasanya menyisakan berbagai batuan yang jika bertabrakan dengan satelit akan dapat menghancurkan satelit tersebut.

  1. Afwan, Akhi Satelit Palapa berputar mengikuti orbit bumi karena medan gravitasi, tapi satelit Palapa itu tidak jatuh ke Bumi karena medan gravitasi tersebut?

  2. tetapi semua sudah tertulis di ayat suci al-qur’an adalah BENAR. dan semua tinggal menunggu waktu yang menjawab untuk pembuktiaanya. Wallahualam bisshoaf (tanda seru 3x)

  3. cakep nih ulasannya, tapi saya mau bertanya soalnya penasaran juga.

    katanya benda satelit geostationer palapa selalu di atas indonesia mengikuti bumi berputar tanpa perlu energi. pertanyaannya adalah jika ada benda serupa dijauhkan lagi 1000 km secara tegak lurus dgn palapa tadi, lalu ada lagi benda serupa dijauhkan lagi 2000 km secara tegak lurus, dst. dst. sampai sejauh bulan, maka apakah benda2 itu masih satu garis lurus atau tidak ketika bumi berputar ?

    sayangnya nggak bisa dibuktikan secara real dgn meletakkan benda2 tsb dalam garis tegak lurus, tapi menurut teori gimana ?
    apakah selalu tegak lurus atau yang paling ujung selalu ketinggalan karena paling jauh jaraknya dari bumi.

    terimakasih.

  4. Ulasan bapak buat saya sangat – sangat bagus, merangsang kita untuk lebih telili dan lebih logis dalam berfikir.. kalo boleh kami tambahkan sedikit pada : “Qur’an adalah kitab Allah untuk manusia yang tinggal di bumi”… kalo tdk salah ada juga ayat dlm alquran yg bunyinya kira2 seperti ini : “dan Nabi Muhammad diutus menjadi Rahmat bagi Alam semesta”… berbicara Alam semesta tentu saja tidak terbatas hanya pada wilayah “bumi” saja melainkan “Langit, bumi dan apa yang ada didalamnya dan diantaranya. Terimakasih.
    Salam Kenal Pak Sabar… Maju Terus untuk perkembangan Ilmu Pengetahuan semoga tetap dlm ridhoNYA hingga menjadi Rahmat bagi semesta Alam

  5. ya, yang saya tau, bumi, bulan dan matahari beredar menurut orbitnya masing-masing….yang jelas matahari tidak diam, bulan tidak diam dan begitu pun bumi juga tidak diam…Jika di singgung di Al-qur’an dan hadits tentang perjalanan matahari dan bulan tidak berarti matahari dan bulan mengelilingi bumi juga kan..?itu semuanya adalah penafsiran ulama di kemudian hari yang menganggap matahari mengelilingi bumi…apakah ada hadist yang jelas (tanpa perlu penafsiran lagi) yang menyatakan matahari mengelilingi bumi…sejauh yg saya ketahui tidak ada…wallohu’alam
    matahari bergerak mengelilingi pusat galaxi menurut ilmu astronomi…jadi tetap aja matahari punya garis edar juga kan…apakah ini sejalan dengan AQ dan SUnnah…menurut saya sejalan…dan mungkin ini yang dimaksud dengan matahari di garis edarnya….
    Saya kira ga usah lah kita memperdebatkan hal-hal yg demikian…saya yakin yang bertanya pun tidak jauh lebih faham tentang astronomi menurut al-qur’an dan sunnah…

  6. g usah ikutin koment mereka yg bertentangan deh ikut Al Quran aja yang benar. apa mereka penemu kan gk. mereka penjawab

  7. Maaf mas mau tanya. Menurut mas seberapa jauh posisi benda dari bumi kemudian benda tersebut terlepas dari medan gravitasi bumi ? Kalau menurut teory yang di jelaskan di atas harusnya satelit jelajah berada lebih jauh dari bumi di banding satelit geostasionary yah… ? karena sebagaimana bulan satelit nyaris tidak membutuhkan energi untuk mengelilingi bumi.
    Trus bagaimana dengan matahari, apakah matahari juga masih sama perlakuannya sebagaimana bulan, yakni matahari juga tidak memerlukan energi untuk mengelilingi bumi ?
    Apakah semua benda langit/planet mempunyai pengaruh ke medan grafitasi bumi ? ataukah semuanya terpengaruh ke medan grafitasi matahari

  8. lalu bagaimana dengan peredaran bulan ? pandangan heliocentris atau geosentris ?

  9. Asyik juga kang pencerahannya, jadi bertambah nich ilmu, terima kasih ya kang atas pencerahannya

  10. diskusi yg menarik, saya senang menyimaknya

    • Agustinus Herry Susilo( Muslim)

      Saya hanya meralat penjelasan Mas Sabar, apakah yang benar kapsul tersimpan didalam pesawat ulang alik, sedangkan yang warna coklat adalah Pendorong utama yang akan jatuh belakangan setelah pendorong bantu ( kiri kanan telah jatuh lebih dulu ) mudah-mudahan ralat saya bermanfaat.

  11. assalamualaikum mas…..saya termasuk orang yang sepaham dengan bumi mengelilingi matahari, dan memang tidak ada yang bertentangan dengan Quran. namun saya kurang ilmu untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan ini :

    Tidak perlu njlimet, andai kita yakini bumi berputar ke arah timur dgn kecepatan spt itu lalu kita tendang bola ke arah barat tentu bola tadi akan melambung lebih jauh ketimbang bila kita menendangnya ke arah timur. Lalu apakah ini terjadi??! Kalau iya terjadi, pastilah permainan sepak bola tdk lagi menarik krn setiap kali bola ditendang ke barat pasti OUT, sementara pemain lain harus mati2an menggiring bola ke gawang lawan yg berada di tribun timur.

    Yah seperti kita berada di atas kereta terus buang ludah ke arah depan pasti ludah bakal kembali lagi ke kita. Beda kalau kita buang ludah ke arah belakang, ludah makin menjauh karena kecepatan kereta.

    So, kenapa pemain sepak bola begitu mudah memasukkan bola ke gawang yg berada di timur?? Yaph, karena memang bumi itu diam tdk berputar..

    pernyataan dan pernyataan di atas saya copas dari internet. mohon dijawab mas sesuai dengan ilmu sains yang logis…

    terimakasih

    • Ya logika seperti itu tampak sangat masuk akal, namun penulisnya masih sedikit kurang faham tentang sistem kerangka acuan dalam gerak. Sebagai contoh begini : jika kita di dalam mobil tertutup, lalu kita melempar bola ke atas (vertikal ke atas), kita akan melihat bahwa bola jatuh kembali ke tangan kita (Pernah nyoba?) Kalo menggunakan logika seperti penulis tadi, seharusnya bola jatuh di belakang kita, karena mobil sudah bergerak ke depan. Tapi nyatanya bola tetap jatuh persis ditempat kita melempar. Atau jika ada lalat masuk ke dalam mobil. Kita tahu kecepatan terbang lalat jauh di bawah kecepatan mobil. Tapi kita tidak pernah melihat lalat di dalam mobil tertabrak kaca depan mobil karena kalah cepat dengan mobil. Mengapa ini terjadi? Karena bola yang kita lempar dan lalat yang berada di dalam mobil, sudah berada pada satu sistem gerak yang sama. Begitulah yang terjadi dengan bola di atas lapangan,bola berada pada satu sistem yang sama dengan bumi, maka pada saat bumi bergerak, ia mengikuti gerakan bumi juga, sebagaimana kasus bola di dalam mobil atau lalat di dalam mobil itu.
      Saya gak tahu apakah penjelasan saya bisa ditangkap atau tidak…Kalo ingin bukti lebih jelas lagi, silakan naik kereta…pada saat kereta sudah melaju dengan kecepatan konstan, silakan anda melempar bola, boleh ke depan boleh ke belakang…maka anda akan melihat bahwa bola akan terlempar pada jarak yang sama jika dilempar dengan kekuatan yang sama, kemanapun arah lemparannya…jadi jelas logika penulis yang bapak kutip salah banget…suruh aja beliau nendang bola di kereta…maka beliau akan langsung melihat fenomena yang tidak sama dengan yang beliau pikirkan sebelumnya…

  12. KALO BUMI ITU DIAM, MAKA SAAT MEMOTRET BUMI, SATELLITE HARUS BERGERAK MENGITARI BUMI UNTUK MEMASTIKAN BAHWA BENTUK BUMI SEPERTI BOLA, SEBAGAIMANA FOTO GOOGLE EARTH. Pertanyaan saya : apa benar cara kerja Satellite demikian ??? tolong jawab ya ….

    • Satelit ada beberapa macam, ada yang geostasionery ada yang menjelajah. Yang geostasionery dia bergerak dengan kecepatan sudut yang sama dengan kecepatan rotasi bumi, sehingga ia selalu berada di atas permukaan bumi yang sama. Satelit seperti ini biasa digunakan untuk kepentingan komunikasi. Sedangkan satelit penjelajah kecepatannya berbeda dengan kecepatan rotasi, sehingga dia bisa berada ditempat berbeda untuk waktu yang berbeda. Satelit seperti ini biasa digunakan untuk pengindraan jarak jauh…untuk mengambil gambar bumi digunakan satelit seperti ini…

  13. MEMANG KALO INGIN JELAS LAGI GOOGLE HARUS DAPAT MENEMPATKAN POSISI MATAHARI DAN BUMI, DI DALAM PETA GOOGLE– JANGAN CUMA FOTO BUMI DOANG, MATAHARINYA DI SEBELAH MANA ??????

    • Sejauh ini pekerjaan tersebut jelas belum mungkin dilakukan oleh manusia. Karena untuk mengambil gambar posisi bumi dan matahari sehingga tampak jelas bahwa bumi mengelilingi matahari, kita harus berada di luar sistem tata surya. Bukankah kita tidak bisa mengambil gambar tubuh kita secara keseluruhan dari jarak dekat? Kita butuh jarak tertentu untuk bisa melihat seluruhnya secara utuh.

  14. yg ngeyel parah beud!kan udah dibilang itu semua tergantung cara kita ngliatnya gimana?ya kan?malah bisa dibilang matahari kayak titik debu di antara bintang lain di galaksi, apalagi bumi…apalagi kita…jd ga usah berdebat,ikuti saja yg sudah jadi pedoman hidup masing2…peace V!

  15. ASSALAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH, PAK NURROHMAN! SETELAH SAYA MEMBACA PERNYATAAN BAPAK MELALUI INTERNET, MAKA TAMBAH MENIMBULKAN PERTANYAAN ATAS PERSOALAN ROTASI BUMI, DIDALAM ALQUR’AN DAN HADIS ROSULULLAH BANYAK YANG MENYATAKAN BAHWA MATAHARI YANG BERPUTAR DAN BUMI TETAP PADA POSISINYA. BELUM ADA KAMI TEMUI YANG MENYATAKAN SEBALIKNYA BAIK DALAM ALQUR’AN MAUPUN HADIST. PERTANYAAN KAMI MANAKAH YANG LEBIH PINTAR DAN BENAR ALLAH ATAU PARA ILMUAN YANG BAPAK YAKINI ( CIPTAAN ALLAH )

    • MAHON DIJAWAB SEGERA YA PAK

      • Mohon maaf, Mohon baca tulisan saya di atas secara lebih seksama. Saya tidak menganggap produk sains bertentangan dengan Al Quran atau hadist. Mohon dibaca sekali lagi.
        Dalam ilmu fisika, terutama setelah temuan einstein, Gerak sebetulnya sangat relatif tergantung pada titik acuan. Sebuah benda dikatakan bergerak jika ia berpindah terhadap titik acuan tertentu. Demikian juga dalam memandang peristiwa gerak pada alam semesta. Jika kita menggunakan bumi sebagai kerangka acuan, maka kita akan mengatakan bahwa matahari mengelilingi bumi. Lah Qur’an adalah kitab Allah untuk manusia yang tinggal di bumi. Maka titik acuan yang dipakai adalah bumi, maka tidak ada yang bertentangan antara qur’an dengan pandangan heliocentris. Karena dalam sains juga menerima pandangan bahwa matahari mengelilingi bumi jika kita menggunakan titik acuan bumi. Demikian semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: